Pernyataan Adaptasi Makhluk Hidup IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Adaptasi Merupakan.?

Selamat datang para pembaca pada artikel kami Pernyataan Adaptasi Makhluk Hidup IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Adaptasi Merupakan.? yang kami bagikan melalui media informasi online yang kami beri nama Mas Lelur, Disini kami mencoba untuk membagikan segala informasi yang kami dapatkan untuk dapat menambah wawasan baru bagi para pembaca kami. berikut ini selengkapnya tentang informasi yang kami maksudkan tentang Pernyataan Adaptasi Makhluk Hidup IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Adaptasi Merupakan.?

Info Lainnya :


Pernyataan Adaptasi Makhluk Hidup IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Adaptasi Merupakan.?

Pernyataan Adaptasi Makhluk Hidup IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Adaptasi Merupakan.?

Pada artikel atau topik ini saya akan update yaitu berlabel Mata Pelajaran atau wawasan tentang IPA, Yaitu tentang pernyataan lengkap Adaptasi Mahkluk Hidup. Anda bisa baca pernyataan dibawah ini dengan seksama dan anda ringkas bacaan yang menurut anda bisa dibuat sebuah pertanyaan atau jawaban.

IPA adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar beserta isinya. Hal ini berarti IPA mempelajari semua benda yang ada di alam , peristiwa, dan gejala-gejala yang muncul di alam. Ilmu dapat diartikan dalam suatu pengetahuan yang bersifat objektif.

Adaptasi Makhluk Hidup.
Adaptasi merupakan suatu cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Tujuan adaptasi adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup makhluk hidup sehingga kelestariannya dapat terjamin.



Faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi di darat adalah air, kelembapan udara, suhu, dan intensitas cahaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi di Air adalah kadar garam atau mineral, kadar oksigen, kedalaman, arus air, dan intensitas cahaya, Ada tiga macam adaptasi, yaitu adaptasi morfologi,fisiologi, dan tingkah laku.

1. Adaptasi Morfologi.
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk alat-alat tubuh makhluk hidup sesuai dengan lingkungannya. Contoh adaptasi morfologi pada hewan adalah sebagai berikut.

a. Bentuk Parah burung sesuai dngan makanannya.
b. Bentuk kaki burung sesuai dengan tempat hidupnya.
c. Bentuk gigi pada omnivora, herbivora, dan karnivora sesuai dengan jenis makanannya.

Contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan adalah sebagai berikut.
a. Tumbuhan xerofit yang hidup di lingkungan kring seperti gurun memiliki daun tebal untuk menyimpan air, contohnya kaktus.
b. Tumbuhan hidrofit yang hidup di air memiliki batang berongga, contohnya teratai.
c. Tumbuhan higrofit yang hidup di tempat lembap memiliki organ tubuh khusus untuk melekat pada substrat, contohnya lumut.
d. Tanaman tropifit yang hidup di tempat kering dan basah memiliki daun tipis dan lebar, contohnya jati.


2. Adaptasi Fisiologi.
Adaptasi fisiologi adalah kemampuan organisme untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya berdasarkan fungsi kerja alat-alat tubuh. Contohnya adalah sebagai berikut.

a. Osmoregulasi atau pengaturan tekanan osmosis pada ikan air tawar dan ikan air asin.
b. Tubuh manusia yang hidup di dataran tinggi akan beradaptasi dngan lingkungannya dengan cara membentuk lebih banyak sel-sel darah merah dan hemoglobin.

c. Pada saat ada bahaya yang mengintai, musang mengeluarkan bau yang tidak sedap.
d. Kemampuan unta dalam menyimpan air di punuknya sehingga mampu hidup di gurun dalam jangka waktu lama.
e. Pada saat puasa, produksi enzim pencernaan mengalami perubahan. Produksi enzim pencernaan semula dilakukan siang hari selanjutnya diproduksi pada saat dini hari.

f. Kemampuan menghasilkan madu pada tumbuhan berbunga.
g. Tumbuhan Venis mampu memproduksi enzim protease untuk mencerna serangga yang tertangkap.
h. Bunga bangkai mampu memproduksi untuk menarik serangga.


3. Adaptasi Tingkah Laku.
Adaptasi tingkah laku adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya berdasarkan pada tingkah laku.
Contohnya adalah sebagai berikut.

a. Pohon jati menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan.
b. Keladi meneteskan air untuk mengurangi kelebihan air.

c. Rayap dewasa memakan kembali kulitnya yang terkelupas untuk mendapatkan kembali Flagellata.
d. Rayap yang baru menetes menjilati dubur induknya untuk mendapatkan Flagellata.

e. Paus secara periodik muncul ke permukaan air untuk mengambil udara pernapasan.
f. Bunglon dan serangga menyesuaikan warna kulit dengan lingkungannya untuk berlindung dari predator.

Sekiranya artikel ini sangat bermanfaat untuk anda dan teman-teman lainnya, mohon postkan komentar anda agar penulis bisa selalu mendapatkan kesenangan karena pengunjung viewer yang puas membaca artikel dari blog ini. 

Jika ada penulisan kata-kata atau word yang salah atau tidak rapih, anda bisa komentar dengan Sign In melalui media sosial yang sudah disediakan, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda Terima Kasih.